Kamis, 09 Oktober 2008

PROFIL PARTAI SARIKAT INDONESIA

P R O L O G

Bermula dari adanya aliansi atau fusi dari 8 (delapan) Partai Politik Peserta Pemilu 1999 yang bersepakat menyatukan langkah dan tujuan, maka pada 2002 berdirilah Partai Sarikat Indonesia (PSI) yang kemudian menjadi Peserta Pemilu 2004 dengan Nomor Kontestan 22. Pada Pemilu 2004, PSI dengan Ketua Umum, Rahardjo Tjakraningrat – Sekretaris Jenderal, Moh. Jumhur Hidayat tidak berhasil mencapai electoral threshold. PSI hanya mengantarkan sejumlah 5 orang Anggota DPRD Provinsi dan 93 orang Anggota DPRD tingkat Kabupaten/Kota.

Dalam menghadapi Pemilu 2009, para pengurus dan fungsionaris PSI bertekad untuk melanjutkan perjuangan untuk kembali bertarung dengan mengikuti Pemilihan Umum. Ikhtiar yang dilakukan adalah mengajukan nama baru: Partai Persatuan Sarikat Indonesia (disingkat Partai PSI). Namun, konstatasi politik mengalami perubahan yang cukup spektakular sebagaimana disuarakan dari Gedung DPR yang memberi celah ditundanya pemberlakuan Electoral Threshold. Merujuk pada ketentuan perundangan yang berlaku di mana salah satunya terbuka peluang untuk dimungkinkannya Partai Sarikat Indonesia dapat menjadi Peserta Pemilu 2009 sebagai konsekuensi logis dari adanya amar keputusan Mahkamah Konstitusi yang membatalkan Pasal 316 huruf d pada UU No. 10/2008 tentang Partai Politik, maka berdasarkan keputusan PTUN yang mengabulkan gugatan 4 Parpol eks Peserta Pemilu 2004 untuk mendapatkan perlakuan yang sama dan adil terhadap seluruh Peserta Pemilu 2004, Partai Sarikat Indonesia dinyatakan sah sebagai Peserta Pemilu 2009. Dari pengambilan/pengundian Nomor Partai Kontestan Pemilu 2009 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum, PSI mendapatkan No. 43.

Partai Sarikat Indonesia tetap mengusung cita dasar kejuangan yang menjadi platform partai yaitu berdimensikan nilai-nilai keindonesiaan: Religiusitas, Kebangsaan, dan Kerakyatan dalam kerangka ikut mengukuhkan keberadaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bermodalkan tekad dan idealisme serta filosofi Pancasila yang dijiwai Piagam Jakarta, Partai Sarikat Indonesia dengan segala kemampuan yang ada telah membulat tekad untuk berjuang agar dapat mengikuti Pemilihan Umum tahun 2009 dan berhasil meraih total suara di atas 2,5%.

Pemilihan Umum sebagai ajang demokrasi yang diselenggarakan sebagai pengejawantahan maksud Konstitusi Negara adalah menjadi sarana untuk sekalian rakyat Indonesia menentukan sikap melalui pilihan-pilihan politiknya, demi mewujudkan cita-cita asasi yaitu ikhtiar untuk dapat terselenggaranya sebuah tata nilai kebangsaan yang berdaulat dalam suasana kehidupan yang berkeadilan, makmur, dan sejahtera di bawah perlindungan, keberkahan, dan rahmat dari Tuhan Yang Mahakuasa. Amin!.


ASAS, CIRI, DAN SIFAT
  • Partai Sarikat Indonesia berasaskan Pancasila
  • Partai Sarikat Indonesia bercirikan nilai-nilai Religiusitas, Kebangsaan, dan Kerakyatan
  • Partai Sarikat Indonesia bersifat terbuka bagi seluruh warga negara Indonesia dengan menempatkan dimensi kesetaraan dan keadilan gender dalam kiprah kejuangannya.

CITA DASAR, ORIENTASI, DAN TUJUAN

• CITA DASAR
Partai Sarikat Indonesia menjadikan nilai-nilai akhlaq yang baik berdasarkan iman dan taqwa sebagai landasan pijak perjuangan demi menjunjung kehormatan dan harga diri (marwah) bangsa.

• ORIENTASI
Partai Sarikat Indonesia berorientasi menegakkan kedaulatan dan ke¬utuh¬an Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berpedoman pada nilai-nilai dasar keagamaan, kemanusiaan, dan keberadaban demi mencapai tata kesejah¬te¬raan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat bangsa Indo¬nesia.

• TUJUAN

1. TUJUAN UMUM Partai Sarikat Indonesia:
  1. Mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945;
  2. Memelihara kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Menumbuhkan kehidupan demokrasi yang beradab berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat masyarakat bangsa;
  4. Mewujudkan kesejahteraan bagi segenap rakyat Indonesia.

2. TUJUAN KHUSUS Partai Sarikat Indonesia:
  1. Memberikan ruang dan tempat bagi partisipasi politik anggota dan masyarakat Indonesia dalam kerangka penyelenggaraan kegiatan politik dan pemerintahan;
  2. Memperjuangkan bangun kehidupan politik yang sehat dan dinamis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
  3. Memperjuangkan cita-cita Partai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
  4. Meningkatkan partisipasi politik masyarakat de¬ngan mendorong para pemeluk agamamenjalankan ketentuan kehidupan beragama menurut tata aturan anutan masing-masing; membangun kerukunan antarumat beragama maupun antar kelompok didalam suatu agama, serta terlaksananya nilai-nilai agama dan budi pekerti di dalam masyarakat.
Kedua tujuan Partai Sarikat Indonesia, Tujuan Umum dan Khusus sebagaimana dimaksudkan di atas diwujudkan dengan santun secara konstitusional.


FUNGSI DAN TUGAS POKOK

FUNGSI
Partai Sarikat Indonesia berfungsi sebagai:
  1. Wadah berhimpun anggota dan masyarakat dalam mengembangkan kemampuan sumberdaya manusia berkepribadian luhur dalam rangka pengabdian Tuhan Yang Maha Esa demi kemaslahatan bangsa dan negara;
  2. Wadah bagi sarana pendidikan politik para anggota dan masyarakat luas agar menjadi warganegara yang sadar akan hak dan kewajiban hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  3. Wadah untuk menyerap, menghimpun, dan menyalurkan aspirasi masyarakat secara konstitusional dalam merumuskan dan menetapkan arah dan kebijakan negara;
  4. Wadah untuk menciptakan iklim kehidupan yang sehat dan dinamik bagi persatuan dan kesatuan bangsa serta kesejahteraan masyarakat;
  5. Wadah untuk rekrutmen dan pencetakan kader-kader bangsa dalam kerangka pengisian posisi dan jabatan politik dan/atau jabatan publik melalui mekanisme demokrasi berdasarkan perundang-undangan.

TUGAS POKOK

Partai Sarikat Indonesia membangun organisasi yang sehat, solid, dan merakyat di semua jenjang kepemimpinan, melakukan rekrut¬men dan proses pengkaderan serta ikhtiar-ikhtiar strategis yang berpijak pada dimensi kebangsaan dan kerakyatan untuk merebut hati masyarakat bangsa Indonesia melalui Pemilihan Umum (legislatif), Pemilihan Presiden/Wakil Presiden, dan Pemilihan Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dalam kehendak mewujudkan kemandiran bangsa yang berdaulat dan berkesejahteraan.


VISI DAN MISI

• Visi
Partai Sarikat Indonesia dengan jiwa religius, kebangsaan, dan kerakyatan sebagai mitra andalan bagi rakyat dalam menegakkan demokrasi Indonesia yang berbudaya dan beradab.

• Misi
Menjadi partai yang mampu menjadi teladan dengan menjalankan fungsi sebagai inisiator, fasilitator, inovator dan akselerator untuk menegakkan demokrasi Indonesia yang santun”

LAMBANG PARTAI

LAMBANG
Lambang Partai Sarikat Indonesia adalah gambar bulat hitam dan 1 (satu) bintang bersegi lima dan untaian rantai bermata delapan berwarna putih di atas warna dasar coklat. Di bawah gambar lingkaran bulat terdapat tulisan “Partai Sarikat Indonesia”.

BENDERA
Bendera dan Tanda Gambar Partai Sarikat Indonesia adalah sama dengan Lambang Partai.

ATRIBUT
a. Partai Sarikat Indonesia memiliki atribut organisasi;
b. Ketentuan lainnya mengenai atribut diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.


AMAL USAHA


Untuk mencapai maksud dan tujuan, Partai Sarikat Indonesia akan melaksanakan amal usaha sebagai berikut:

1. BIDANG POLITIK;
mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan otonomi daerah seluas-luasnya, menegakkan kedaulatan rakyat, mewujudkan pemerintahan yang demokratis, adil, bersih, berkemampuan, dan berwibawa, menyelenggarakan pembangunan nasional yang berorientasi kepada kepentingan rakyat banyak, melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif atas dasar sama derajat dan saling menghormati untuk menciptakan perdamaian dunia.

2. BIDANG EKONOMI;
mewujudkan kehidupan ekonomi yang adil dan demokratis melalui pemerataan kesempatan berusaha, perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan, dengan memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada.

3. BIDANG HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA;
mewujudkan negara hukum yang berkeadilan serta mampu menjamin pengayoman terhadap rakyat melalui kemandirian peradilan dan aparat penegak hukum yang bersih, adil, dan berwibawa, serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia yang sesuai dengan tata peradaban masyarakat Indonesia.

4. BIDANG PEMBERDAYAAN PEREMPUAN;
mendorong peningkatan kualitas, produktivitas dan peran dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender, penghapusan diskriminasi dan perlindungan dari pelecehan dan kekerasan.

5. BIDANG SOSIAL;
memperjuangkan terwujudnya secara luas dan merata berbagai bentuk jaminan sosial seperti jaminan hari tua, jaminan sosial tenaga kerja, jaminan kesehatan, serta pelayanan sosial bagi fakir miskin dan orang telantar.

6. BIDANG BUDAYA;
mengembangkan budaya maju dan modern, dengan tetap memelihara jati diri bangsa Indonesia yang berkeagamaan guna meningkatkan harkat martabat bangsa.

7. BIDANG PENDIDIKAN;
melahirkan manusia Indonesia yang berkualitas, beriman dan bertaqwa, berakhlaq mulia, berkepribadian, mandiri, kreatif, sehat jasmani dan rohani, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terampil, memiliki rasa tang¬gung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan, serta cinta tanah air.

8. BIDANG PERTAHANAN;
memperjuangkan ditetapkannya kewajiban bagi setiap warga negara untuk ikut serta dalam pertahanan dan bela negara, serta mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat terhadap perlakuan yang menimbulkan rasa tidak aman.

9. BIDANG KEAMANAN DAN KETERTIBAN;
mendorong fungsionalisasi dan profesionalisme aparat kepolisian yang mampu melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan keamanan dan ketertiban.

INFRASTRUKTUR

Dari pengedepanan Visi: “Dengan jiwa religius, kebangsaan, dan kerakyatan Partai Sarikat Indonesia sebagai mitra andalan terdepan bagi rakyat dalam menegakkan demokrasi Indonesia yang berbudaya” Partai telah melakukan kegiatan partisipasi politik dengan membangun infrastruktur kepartaian:

1. Kepemimpinan Partai
  1. Dewan Pimpinan Pusat (DPP), berkedudukan di Jakarta (Jl. Kemang Utara Raya No. 6, Jakarta Selatan)
  2. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di 33 Provinsi seluruh Indonesia, berkedudukan masing-masing di ibukota Provinsi (catatan saat Pemilu 2004 hanya 32, karena Provinsi Sulawesi Selatan belum dimekarkan, kini ditambah Sulawesi Barat)
  3. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 399 Kabupaten/Kota, berkedudukan masing-masing di Kabupaten/Kota, dan
  4. Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) di sebanyak 2.633 Kecamatan.

2. Sarana
Selama ini kantor ataupun sekretariat yang ada sebagian besarnya masih dalam status mengontrak/sewa, sebagian lainnya bersifat pinjaman pribadi para tokoh/fungsionaris Partai Sarikat Indonesia.

3. Keanggotaan Partai
Pada menjelang menghadapi musim Pemilu 2004 anggota PSI berjumlah 319.000 orang berdasarkan Kartu Tanda Anggota; diestimasikan untuk menghadapi Pemilu 2009 anggota yang dapat terekrut akan mencapai 700.000 orang, dengan jalan meregistrasi ulang dan rekrutmen keanggotaan yang baru.

MENUJU AJANG PEMILU 2009

Dalam konteks menghadapi Pemilihan Umum tahun 2009, kendati dengan disertai derasnya dinamika politik kebangsaan, PSI akhirnya turut serta untuk mengikuti Pemilu 2009 yang dengan Nomor Kontestan 43.

PENUTUP

Akhirnya dengan senantiasa berserah diri kepada Allah Yang Mahakuasa, disertai sikap hati yang teguh demi membangun semangat keindonesiaan untuk kembali kepada nilai-nilai kesejatiannya yang berkepribadian luhur, pimpinan dan kader Partai Sarikat Indonesia menguatkan azam dan tekad untuk terus berikhtiar mengikuti proses demokrasi kebangsaan.
Kiranya niat baik dari para insan yang terhimpun dalam wadah perjuangan Partai Sarikat Indonesia dalam kehendak membangun kemaslahatan bagi masyarakat bangsa Indonesia ini akan mendapat tempat yang baik dan terhormat di hati rakyat Indonesia, dan menjadi amal kebajikan yang nyata. Kepada Allah Yang Mahakuasa jualah kami mohon perlindungan. Amin!

1 komentar:

Upiakbanun mengatakan...

Bos,

ini juga di posting yah ke

http://politik.infogue.com/info_lengkap_tentang_partai_sarikat_indonesia

tks